Bekali Kemampuan Negosiasi dan Storytelling, Kanwil Bea Cukai Aceh Dorong UMKM Naik Kelas dan Mendunia
Di publish pada 13-08-2026 13:40:24
Pelaku UMKM mempraktikkan kemampuan storytelling melalui sesi presentasi interaktif dalam Workshop “UMKM Aceh: Makin Berdaya, Siap Mendunia” di Kanwil DJBC Aceh, Rabu (12/8/2026).
Banda Aceh, 12 Agustus 2026 – Produk yang berkualitas merupakan modal penting bagi UMKM untuk berkembang. Namun, untuk menjangkau pasar yang lebih luas, pelaku usaha harus mampu mengomunikasikan nilai produknya, meyakinkan calon buyer, serta membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat melalui manajemen project Perintis Berdaya Connect (PBC) menyelenggarakan Workshop Pemberdayaan UMKM bertajuk “UMKM Aceh: Makin Berdaya, Siap Mendunia”, Rabu (12/8/2026), di Kantor Wilayah DJBC Aceh.
Workshop yang diikuti oleh pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Provinsi Aceh secara luring dan daring ini dirancang tidak hanya sebagai ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan mempraktikkan keterampilan yang diperoleh.
Pada sesi pertama, Suhil Al Fata, Digitalpreneur dan Founder Luna Studio, membawakan materi “Powerful Digital Marketing and The Art of Negotiation”. Melalui sesi yang berlangsung interaktif, peserta mempelajari berbagai aspek penting dalam membangun komunikasi dan melakukan negosiasi dengan calon buyer maupun mitra bisnis.
Peserta diajak memahami bahwa negosiasi bukan sekadar proses tawar-menawar untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Negosiasi yang baik perlu mempertimbangkan kepentingan kedua belah pihak, membangun kepercayaan, serta diarahkan pada terciptanya hubungan bisnis yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Pada sesi berikutnya, Zulpata, Direktur Utama Sekolah Kita Menulis, mengajak peserta melihat produk dari sudut pandang yang berbeda melalui materi “Penulisan Storytelling Produk UMKM”.
Pelaku UMKM mengikuti sesi penulisan storytelling produk sebagai salah satu keterampilan untuk memperkuat promosi dan nilai produk.
Dalam mempromosikan produk, pelaku UMKM tidak hanya perlu menjelaskan apa yang mereka jual. Cerita mengenai proses terciptanya produk, nilai budaya dan kearifan lokal, perjalanan membangun usaha, hingga orang-orang di balik sebuah produk dapat menjadi kekuatan tersendiri untuk membangun kedekatan emosional dengan konsumen.Dengan storytelling yang kuat, sebuah produk tidak lagi sekadar menawarkan fungsi, tetapi juga membawa cerita dan nilai yang dapat menjadi pembeda di tengah persaingan pasar.
Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh, Leni Rahmasari, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pelaku usaha merupakan bagian penting dalam mendorong UMKM agar semakin berdaya saing.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Produk yang baik perlu didukung kemampuan untuk mengomunikasikan nilainya, membangun jejaring, dan meyakinkan calon mitra maupun buyer. Dengan kapasitas yang semakin kuat, kami berharap UMKM Aceh semakin berdaya, naik kelas, dan pada akhirnya mampu membawa produknya ke pasar global,” ujar Leni.
Selain mengikuti workshop, peserta juga berkesempatan memperkenalkan berbagai produk melalui showcase UMKM. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menampilkan keragaman produk sekaligus membuka peluang interaksi dan jejaring antarpelaku usaha.
Beragam produk UMKM Aceh ditampilkan dalam sesi showcase sebagai bagian dari Workshop “UMKM Aceh: Makin Berdaya, Siap Mendunia”.
Dalam kesempatan yang sama, Kanwil DJBC Aceh turut memperkenalkan Klinik Konsultasi Ekspor, yang dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk memperoleh informasi dan konsultasi terkait impor maupun ekspor.
Aceh memiliki beragam produk unggulan yang berpotensi untuk menjangkau pasar internasional, mulai dari kopi Gayo, nilam, pala, hasil perikanan, kerajinan tangan hingga berbagai produk olahan pangan. Potensi tersebut perlu didukung tidak hanya oleh kualitas produk, tetapi juga kapasitas pelaku usaha dalam pemasaran, komunikasi bisnis, pembangunan jejaring, serta pemahaman untuk memasuki pasar yang lebih luas. Melalui kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan, Kanwil DJBC Aceh berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam penguatan kapasitas UMKM dan pembangunan ekosistem ekspor daerah, sehingga semakin banyak produk lokal Aceh yang berdaya saing dan mampu menembus pasar global.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai Aceh Sejarah Bea Cukai Visi Misi Dan Fungsi Utama Bea Cukai Struktur Organisasi Bea Cukai Aceh Nilai-nilai Kementerian Keuangan Profile Pejabat Kanwil Bea Cukai Aceh Kepabeanan Cukai Izin Kawasan Berikat Izin Pusat Logistik Berikat Pembebasan Bea Masuk Infografis Penerimaan Rekapitulasi Penerimaan Negara Osi Umkm Siaran Pers Aceh Customs Media Hub Ameh
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses